Selamat datang di blog saya ini. Blog ini berisi seputar Biologi SMP, meliputi materi, soal latihan, dan soal-soal OSN SMP, serta berita-berita seputar kegiatan Olimpiade Sains. Anda juga dapat terhubung dengan beberapa situs yang terkait dengan biologi, dengan cara klik pada links blog saya ini.
The fruit of silence is prayer, The fruit of prayer is faith, The fruit of faith is love, The fruit of love is service, The fruit of service is peace. (Buah kesunyian adalah doa, Buah doa adalah iman, Buah iman adalah cinta, Buah cinta adalah pelayanan, Buah pelayanan adalah damai.) **(Mother-Teresa)**

Senin, 10 Januari 2011

TOKOH SAINS: COPERNICUS, NICOLAUS

Nicolaus Copernicus (1473-1543), astronom Polandia, dikenal karena teori heliosentris yang menyatakan bahwa matahari adalah pusat alam semesta.

Copernicus lahir pada 19 February 1473, di Thorn (kini Torun). Polandia, dan meninggal di Frauenburg, Prusia Timur (kini Polandia), pada tanggal 24 Mei 1543. Lahir dari keluarga pedagang dan pejabat kotapraja, Copernicus yang diasuh oleh pamannya Uskup Lukasz Watzenrode, masuk ke Akademi Krakow (kini Universitas Jagie3onion) pada 1491, belajar filsafat, astronomi, astrologi, geometri, dan geograf. Kemudian, seperti umumnya orang-orang Polandia dengan kelas sosial seperti dirinya, Copernicus berangkat ke Italia untuk belajar kedokteran dan hukum.

Pada Januari 1497 Copernicus mulai belajar hukum gereja di Universitas Bologna, tinggal di rumah guru besar matematika, Domenico Maria de Novara. Minat Copernicus terhadap geografi dan astronomi benar-benar didorong oleh Domenica Maria, salah seorang pengritik paling awal mengenai ketidakakuratan Geografi karya astronomer abad ke-2 Ptolemaus.

Pada 1500 Copernicus mengajar astronomi di Roma. Setahun kemudian dia belajar kedokteran di Padua. Copernicus tidak menyelesaikan belajar kedokteran, memperoleh gelar doctor hukum gereja dari Ferrara pada 1503 dan kemudian kembali ke Polandia untuk mengemban tugas-tugas administratif gereja.

Dari 1503 hingga 1510, Copernicus tinggal di keuskupan pamannya di Lidzbark Warminski. Di sinilah dia menerbitkan buku pertamanya terjemahan Latin dari karya penulis Byzantium abad ke-7, Theophylactus dari Simocatta. Antar 1507 dan 1515, dia menyelesaikan risalah astronomis, pendek, De Hypothesibus Motuum Coelestium a se Constitutis Commentariolus (dikenal dengan Commentariolus), yang baru diterbitkan pada abad ke-19. Dalam risalah inilah dia mengungkapkan prinsip-prinsip astronomi heliosentrisnya yang baru.

Pindah ke Frauenburg pada 1512, Copernicus mulai menulis karya terpentingnya, De Revolutionibus Orbium Coeletium (Tentang Peredaran Benda-Benda Angkasa), yang selesai pada 1530 tetapi pertama kali diterbitkan di Nurnberg, Jerman, tak lama sebelum Copernicus meninggal pada 1543.

Pada masa Copernicus hidup, teori yang dianut orang tentang alam semesta adalah teori Ptolemaus yang menyatakan bahwa bumi tidak bergerak dan merupakan pusat alam semesta. Di sekeliling bumi beredar benda-benda angkasa dalam posisi berurutan, yaitu bulan, Merkius, Venus, matahari, Mars, Yupiter, dan Saturnus.

Teori Copernicus malah mengemukakan bahwa bumi setiap hari berputar pada porosnya dan beredar mengelilingi matahari setahun sekali. Selanjutnya dia menyebutkan bahwa planet-planet juga beredar mengelilingi matahari. Walaupun pokok-pokok pikiran Copernicus ini cukup radikal mengubah pandangan tentang alam semesta, namun sebenarnya dia masih mempertahankan beberapa pendapat dari sistem yang lama.

Karena teori Copernicus cukup radikal pada masa itu, apalagi hal itu bertentangan dengan kepercayaan gereja yang menganggap bumi sebagai pusat alam semesta, maka teori Copernicus secara umum ditolak. Antara 1543 dan 1600 hanya ada sekitar sepuluh orang yang menganut teori Copernicus, sebagian besar berada di luar universitas. Yang paling terkemuka adalah Galilei dan astronom Jerman Johannes Kepler.

Pada 1588 astronom Denmark Tycho Brahe mengambil posisi “tengah” dan mengemukakan teori bahwa bumi merupakan pusat alam semesta, sementara planet-planet beredar mengelilingi matahari yang sekaligus juga berputar mengelilingi bumi.

Teori Copernicus kemudian secara resmi dilarang oleh pihak gereja, bahkan buku-buku Copernicus pada 1616 masuk dalam indeksenarai buku yang dilarang karena dianggap menyebabkan ide-ide setan. Galileo Galilei bahkan disidangkan pada 1633 dan dipaksa di depan public menanggalkan kepercayaan pada teori Copernicus. Namun demikian beberapa filosof Yesuit secara diam-diam tetap menjadi pengikut Copernicus.

Pada akhir abad ke-17 seiring dengan berkembangnya teori system pergerakan benda-benda langit yang dikemukakan oleh ilmuwan Inggris Sir Isaac Newton, sebagian besar pemikir di Inggris, Prancis, Belanda, dan Denmark merupakan pengikut teori Copernicus. Namun demikian, para pemikir di Negara-negara Eropa lainnya tetap merupakan penentang teori ini paling tidak hingga seabad kemudian.

Sumber: Ensiklopedi Tokoh Sains.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar