Selamat datang di blog saya ini. Blog ini berisi seputar Biologi SMP, meliputi materi, soal latihan, dan soal-soal OSN SMP, serta berita-berita seputar kegiatan Olimpiade Sains. Anda juga dapat terhubung dengan beberapa situs yang terkait dengan biologi, dengan cara klik pada links blog saya ini.
The fruit of silence is prayer, The fruit of prayer is faith, The fruit of faith is love, The fruit of love is service, The fruit of service is peace. (Buah kesunyian adalah doa, Buah doa adalah iman, Buah iman adalah cinta, Buah cinta adalah pelayanan, Buah pelayanan adalah damai.) **(Mother-Teresa)**

Senin, 10 Januari 2011

TOKOH SAINS: CAROTHERS, WALLACE.

Carothes (1896-1937), ahli kimia Amerika yang riset inovatifnya merupakan perintis pengembangan beberapa bahan sintesis penting, antara lain nilon dan neoprene.

Carothers lahir di Burlington, lowa, AS, pada 27 april 1896, dan meninggal bunuh diri Phaladelpina pada 29 april 1937. Pada 1914 dia mengikuti program akuntasi di akademi niaga kecil milik ayahnya di Des Moines, Iowa. Tetapi setahun kemudian dia keluar, pindah ke Tarkio College di Missouri, untuk mendalami bidang sains. Di Tarkio dia mempelajri dan kemudian mengajar kimia.

Carothers terus mempelajari kimia organik di Universitas Ilionis mendapat gelar doktor pada 1924. Dia sempat mengajar di Universitas Illionis dan Universitas Harvard tetapi tak lama kemudian meninggalkan dunia akademis untuk mekuni riset.

Pada 1928 Perusahan Du Pont memulai program dasar riset dan meminta Carothes mengepalai laboratorium kimia organic di Wilmington, Delaware. Minat utama Carothes adalah mempelajari polimer-zat yang terbuat dari rantai panjang molekul. Riset awalnya menghasilkan neoprena, sejenis karet sintesis yang tahan panas, cahaya, dan pelarut. Zat ini menjadi standar untuk menghasilkan produk-produk yang membutuhkan bahan karet yang elastic dan tahan air, misalnya untuk alat selam.

Pada 1930 Carothes mulai memproduksi polimer yang bisa menghasilkan serat sintesis yang mirip sutra. Pada 1931 dia menemukan suatu serat yang apabila diregangkan menjadi lebih kuat daripada sutra. Serat ini, disebut nilon, mulai digunakan pada 1938 sebagai bahan kaus kaki dan bulu sikat gigi.

Meksipun Perang Dunia II (1939-1945) menunda produksi nilon untuk masyarakat umum, zat ini muncul dalam hampir berbagai jenis produk : serat, kain, dan bahan padat. Di gunakan untuk produk-produk yang membutuhkan bahan ringan yang kuat dan tahan panas, minyak, lemak, dan air. Sebagai hasil dari karya rintisan Carothes, para ahli kimia di seluruh dunia belajar merancang dan memproduksi berbagai jenis polimer yang berguna.

Sumber: Ensiklopedi Tokoh Sains.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar