Selamat datang di blog saya ini. Blog ini berisi seputar Biologi SMP, meliputi materi, soal latihan, dan soal-soal OSN SMP, serta berita-berita seputar kegiatan Olimpiade Sains. Anda juga dapat terhubung dengan beberapa situs yang terkait dengan biologi, dengan cara klik pada links blog saya ini.
The fruit of silence is prayer, The fruit of prayer is faith, The fruit of faith is love, The fruit of love is service, The fruit of service is peace. (Buah kesunyian adalah doa, Buah doa adalah iman, Buah iman adalah cinta, Buah cinta adalah pelayanan, Buah pelayanan adalah damai.) **(Mother-Teresa)**

Jumat, 08 Oktober 2010

TOKOH SAINS: MENDEL, GREGOR

Gregor Mendel (1822-1884), biarawan, ahli botani Austria, yang menemukan hukum yang menjadi dasar bagi teori hereditas modern.

Mendel lahir di Heinzendorf, Austria (kini Hynéice, Republik Cek), pada 22 juli 1822, dan meninggal di Brünn (kini brno, Republik Cek), pada 6 januari 1884. Ketika masih muda menjadi biarawan. Para biarawan itu juga mendapat tugas mengajar di sekolah-sekolah. Mendel adalah salah satu biarawan yang dikirim ke universitas untuk belajar sains. Dia kemudian mengajar di sebuah sekolah lokal dan menjalani kehidupan religius di biara. Mendel memiliki kebun kecil di biara, tempat dia menanam kacang sayuran, dan juga kacang manis yang berbunga indah. Dia kemudian tertarik mengamati bagaimana sifat-sifat yang berbeda seperti ukuran dan warna diturunkan dari tumbuhan induk. Dia mencacat dengan cermat bagaimana rupa tumbuhan induk dan bagaimana pula tumbuhan-tumbuhan yang dihasilkannya. Dia menanam kacang dari generasi ke generasi dan akhirnya dapat merumuskan serangkaian aturan untuk menjelaskan bagaimana sifat-sifat dapat diturunkan. Bidang itulah kini kita kenal sebagai ‘’genetika’’.

Dia mempublikasikan karyanya di sebuah majalah botani lokal, tetapi penemuannya itu tidak dipedulikan orang pada masa itu. Barulah 16 tahun setelah kematian Mendel, ahli botani Belanda hugo de Vries menemukan makalah itu. Melalui publikasi de Vries hukum hereditas Mendel kemudian diterima sebagai dasar bagi semua studi mengenai hereditas.

Sumber: Ensiklopedi Tokoh Sains

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar