Selamat datang di blog saya ini. Blog ini berisi seputar Biologi SMP, meliputi materi, soal latihan, dan soal-soal OSN SMP, serta berita-berita seputar kegiatan Olimpiade Sains. Anda juga dapat terhubung dengan beberapa situs yang terkait dengan biologi, dengan cara klik pada links blog saya ini.
The fruit of silence is prayer, The fruit of prayer is faith, The fruit of faith is love, The fruit of love is service, The fruit of service is peace. (Buah kesunyian adalah doa, Buah doa adalah iman, Buah iman adalah cinta, Buah cinta adalah pelayanan, Buah pelayanan adalah damai.) **(Mother-Teresa)**

Senin, 19 Desember 2011

GEORGE EASTMAN




George Eastman (1854-1932), pengusaha, penemu kamera Kodak, dan orang yang berperan menyederhanakan proses dan alat fotografi sehingga berujung pada makin lumrahnya penggunaan fotografi pada masa kini.

     Eastman lahir Waterville, dekat New York, AS pada 12 Juli 1854, dan meninggal di Rochester, pada 14 Maret 1932. Orangtuanya George Washington Eastman dan Maria Kilboum tergolong keluarga mampu. Di kota itu ayahnya menjalankan usaha penitipan anak. Ketika George Eastman berusia enam tahun, keluarga itu pindah ke Rochester karena ayahnya menjalankan sekolah bisnis di situ. Namun baru dua tahun, ayahnya meninggal mendadak dan keluarga George jatuh miskin.
     Semasa sekolah George bukanlah anak yang berprestasi menonjol, karena memikul tanggung jawab menghidupi keluarga. Dia mula-mula bekerja sebagai kurir di sebuah perusahaan asuransi, kemudian pindah ke perusahaan asuransi lain hingga menjadi pegawai arsip. Untuk mendapatkan ketrampilan khusus, sembari bekerja Eastman belajar akuntasi pada malam harinya. Pada usia 24 tahun, Eastman akhirnya diterima bekerja sebagai pegawai junior di Rochester Savings Bank.
     Namun pertemuan tak sengaja dengan fotografi telah membawanya menekuni bidang yang kemudian membuat dirinya terkenal dan kaya. Saat hendak melakukan perjalanan ke Santo Domingo, Kepulauan Kariba, dalam rangka cuti, dia disarankan oleh rekan-rekannya untuk mendokumentasikan perjalanannya dengan foto. Pada zaman itu, peralatan fotografi sangat sulit dibawa karena ukurannya yang besar, sementara prosesnya sendiri belum begitu sempurna seperti sekarang.
     Tergila-gila pada forografi, Eastman lantas terus-menerus bereksperimen dengan emulsi di “laboratorium” di dapur ibunya. Ia kemudian menemukan resep emulsi untuk fotografi pelat kering yang segera dipatenkan olehnya. Pada 1880 dengan dana dari tabungan dan pembelian hak patennya oleh perusahaan fotografi di Inggris, Eastman mulai memproduksi pelat fotografi kering dan menjualnya di sebuah ruang loteng sewaan di Rochester.
     Dukungan dana datang dari seorang pengusaha sukses pembuat cambuk kereta kuda bernama Henry Strong. Pengusaha inilah yang kemudian menjadi mitra Eastman. Keduanya saling melengkapi, Eastman sangat piawai dalam bidang fotografi sementara Henry Strong menguasai aspek bisnisnya.
     Penjualan pelat-pelat kering ini mula-mula berjalan mulus, namun kemudian sempat merosot karena adanya kesalahan dalam proses pembuatannya. Eastman sendiri melakukan banyak percobaan sebelum menemukan kesalahan dan memutuskan mengganti semua pelat yang rusak.
     Pada Juni 1888 muncullah kata baru “Kodak” untuk sebuah kamera ringan dan kompak. Namun itu muncul begitu saja. Banyak orang bertanya dan menduga-duga dari mana kata itu berasal. Kata Eastman, “Saya menggarang sendiri nama itu…. Saya senang sekali dengan huruf ‘K’-kedengarannya mantap dan tegas. Selanjutnya saya mencoba berbagai kombinasi huruf yang menghasilkan kata dengan huruf awal dan akhir ‘K’,” tuturnya. Nama itu memang kemudian terbukti tenar dan bahkan menjadi semacam kata generic untuk kamera.
     Langkah maju Eastman tak terhenti sampai di situ. Dengan penemuan Kodak, maka fotografi tidak lagi menjadi sulit dan bisa dikerjakan oleh siapa saja. Setelah penemuan Kodak banyak lagi kemajuan dalam bidang fotografi yang dipelopori Eastman. Pada intinya dia telah membuat fotografi menjadi sedemikian sederhana dan mudah, dan oleh karenanya produk yang dikeluarkan Kodak bisa terjual secara missal. Didukung dengan iklan yang memikat, Kodak telah berhasil mempopulerkan fotografi.
     Walaupun menjadi tenar dan kaya, sampai akhir hayatnya Eastman dikenal bersahaja dan banyak menyumbangkan hartanya. Dia juga sangat menghargai para karyawannya dan termasuk pengusaha pertama yang membagikan keuntungan perusahaan kepada karyawan serta merancang sistem pensiun karyawan.
     Pada sekitar 1930-an kesehatannya memburuk. Setelah mengundang sejumlah teman untuk menyaksikan perubahan surat wasiatnya pada 14 Maret 1932, dia naik ke lantai atas dan menembak dirinya sendiri.

Sumber: Ensiklopedi Tokoh Sains.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar