Selamat datang di blog saya ini. Blog ini berisi seputar Biologi SMP, meliputi materi, soal latihan, dan soal-soal OSN SMP, serta berita-berita seputar kegiatan Olimpiade Sains. Anda juga dapat terhubung dengan beberapa situs yang terkait dengan biologi, dengan cara klik pada links blog saya ini.
The fruit of silence is prayer, The fruit of prayer is faith, The fruit of faith is love, The fruit of love is service, The fruit of service is peace. (Buah kesunyian adalah doa, Buah doa adalah iman, Buah iman adalah cinta, Buah cinta adalah pelayanan, Buah pelayanan adalah damai.) **(Mother-Teresa)**

Senin, 19 Desember 2011

RENE DESCARTES



René Descartes (1596-1650), filosof, saintis, dan ahli matematika Prancis, kadang-kadang disebut bapak filsafat modern.
     Lahir di La Haye, Touraine, Prancis, pada 31 Maret 1596, dan meninggal di Stockholm, Swedia, pada 1 Februari 1650. Menjalani pendidikan di sekolah Yesuit La Flence di Anjou. Pada 1616, dalam usia 20 tahun, dia meraih gelar ahli hokum dari Universitas Poitiers.
     Pada usia 25, setelah studinya selesai, dia memutuskan untuk mengabdikan hidupnya mempelajari filsafat dan sains. Dia tinggal di Belanda, menghabiskan sebagian besar masa hidupnya di sana. Dia memiliki anak perempuan yang meninggal pada usia lima tahun-kejadian yang merupakan kesedihan terbesar dalam hidupnya. Pada tahun-tahun terakhir kehidupannya Descartes berada di Stockholm, mengajar filsafat kepada Ratu Christina dari Swedia.
     Descartes membuat beberapa tonggak penting dalam bidang matematika, antara lain memulai penggunaan koordinat dalam geometri. Di lapangan fisiologi. Descartes mengatakan bahwa dalam darah terdapat cairan halus yang menurutnya berhubungan dengan substansi pikiran di otak dan mengalir sepanjang jalur saraf untu menggerakkan otot dan bagian tubuh yang lainnya.
     Studi Descartes tentang optic membuatnya menemukan teori dasar pencerminan: bahwa sudut datang sama dengan sudut pantul. Esai-esainya mengenal optika yang pertama kali menyatakan hukum ini. Pendapat Descartes bahwa cahaya merupakan sejenis tekanan  pada medium padat membuka jalan teori cahaya sebagai gelombang.
     Dalam bidang filsafat dia mengekslorasi kemungkinan-kemungkinan ilmu pengetahuan. Dalam buku filsafatnya yang paling terkenal Discourse on Method (1637), dia berpendapat bahwa semua hal harus diragukan pada mulanya karena kita hanya bisa meyakini kebenaran setelah memuaskan keraguan-keraguan kita. Hal ini terbukti pada diri Descartes sendiri, dan terkait dengan frasa yang paling terkenal darinya: Cogito ergo sum (“aku berpikir, maka aku ada”).

Sumber: Ensiklopedi Tokoh Sains.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar