Selamat datang di blog saya ini. Blog ini berisi seputar Biologi SMP, meliputi materi, soal latihan, dan soal-soal OSN SMP, serta berita-berita seputar kegiatan Olimpiade Sains. Anda juga dapat terhubung dengan beberapa situs yang terkait dengan biologi, dengan cara klik pada links blog saya ini.
The fruit of silence is prayer, The fruit of prayer is faith, The fruit of faith is love, The fruit of love is service, The fruit of service is peace. (Buah kesunyian adalah doa, Buah doa adalah iman, Buah iman adalah cinta, Buah cinta adalah pelayanan, Buah pelayanan adalah damai.) **(Mother-Teresa)**

Jumat, 24 September 2010

TOKOH SAINS: PAUL EHRLICH

Ehrlich lahir di Stehlen, Silesia (kini Strzelin, Polandia), pada 14 Maret 1854, dan meninggal di Hamburg, pada 20 Agustus 1915. Dia menjalani pendidikan dalam bidang kedokteran secara berpindah-pindah, mula-mula di Universitas Breslau (Wroc³aw), lalu di Universitas Strasbourg, kembali ke Breslau, dan menamatkan pendidikan di Universitas Leipzig pada 1878 dengan tesis doktor mengenai teori dan praktek pewarnaan jaringan.

Sebagai dokter kepala di Rumah Sakit Charite di Berlin, dia memperkarya bidang hematologi (ilmu tentang darah) dengan mengembangkan metode mendeteksi dan membedakan berbagai jenis penyakit darah di antara penemuan pentingnya adalah pengunaan sebagai jenis zat warna untuk mewarnai berbagai jenis sel berbeda. Kontribusi penting Ehrlich bagi dunia kedokteran adalah teorinya mengenai kekebalan tubuh, yang memberi penjelasan secara kimia mengenai kekhususan respons kekebalan tubuh. Teori rantai-samping adalah upaya untuk mengukur kemampuan toksin-toksin tertentu untuk memproduksi efek kekebalan dan untuk mendatangkan respons kekebalan terentu pada mamalia.

Ehrlich menyatakan bahwa sel-sel memiliki molekul-molekul reseptor tertentu, atau rantai-samping, pada permukaannya. Peseptor ini terikat hanya pada kelompok kimiawi tertentu dalam molekul toksin; jika sel-sel ini tertahan dalam ikatan, maka mereka akan menghasilkan rantai-samping sebagai hasil, sebagian dilepaskan sebagai antitoksin sirkuler, atau yang kini dikenal sebagai antibody, di dalam darah. Teori ini merupakan dasar bagi teori modern tentang kekebalan tubuh. Ehrlich juga member sumbangan besar di bidang kemoterapi, termasuk menggunakan “606” yang tersebut peluru ajaib yang dikenal sebagai Salvarsan, atau arsenic organic, untuk mengobati sifilis.

Ehrlich memperoleh Hadiah Nobel kedokteran pada 1908 bersama ahli bakteriologi Rusia Elie Metchnioff karena jasa-jasa mereka dalam bidang kimia kekebalan tubuh. Dia juga mendapat penghargaan Prussian Great Gold Medal of Science (1903) dan Liebig Medal (1911), mernjadi anggota kehormatan di lebih dari 80 lembaga ilmiah dan kedokteran dan menrima beberapa gelar kehormatan.

Sumber: Ensiklopedi Tokoh Sains

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar