Senin, 19 Desember 2011
LEONHARD EULER
THOMAS EDISON
ARTHUR EDDINGTON
GEORGE EASTMAN
PAUL DIRAC
RENE DESCARTES
ARTHUR DEMPSTER
WILLEM DE SITTER
LOUIS DE FOREST
LOUIS DE BROGLIE
Senin, 10 Januari 2011
TOKOH SAINS: CURIE, MARIE
Murie, Curie ( 1867-1934), ahli kimia Prancis kelahiran Polandia. Dia adalah wanita pertama yang memenangkan Hadiah Nobel, dan merupakan orang pertama yang memenangkan dua Hadiah Nobel.
Pada 1903, dia bersama suaminya Pierre Curie ( 1859-1906 ) dean Henri Becguerel ( 1852-1908 ) memenangkan Hadiah Nobel Fisika, untuk studi tentang radioaktif. Hadiah Nobel kedua diraihnya pada 1911 untuk bidang kedua atas penemuan radium dan polonium.
Terlahir sebagai Marya Sklodowska di Warsawa, Polandia, pada 7 november 1867, dan meninggal di Savory, Prancis, pada 4 juli 1934. Putri seorang guru sekolah di Warsawa, dia bekerja sebagai guru privat selama enam tahun untuk mendukung saudara perempuannya Bronya agar bersekolah dokter di Paris pada 1891, dan walaupun selama empat tahun hidup dalam kemiskinan, dia mampu lulus dari Sorbonne dalam bidang fisika pada 1893 dan matematika pada 1894. Setahun kemudian dia menikah dengan Pierre Curie, kepala laboratorium School of Industrial Chemistry, yang juga telah cukup terkemuka di bidangnya.
Mendapat izin bekerja tanpa gaji di laboratorium suaminya, pada akhir 1890-an dia memilih meneliti uranium sebagai tesis doktornya. Becquerel telah menemukan bahwa pitchblende ( bijih uranium ) merupakan bahan radioaktif pada 1896. Telah pula diketahui bahwa pitchblende jauh lebih radioaktif dibandingkan uranium murni. Curie yakin bahwa peningkatan radiaoktif pitchblende adalah akibat adanya unsure –unsur yang tidak dikenal. Dia akhirnya mampu mengidentifikasi polonium dan radium dari berton-ton pitchblende yang dia teliti. Dia terus melanjutkan studi mengenai sifat dasar radiasi dari unsur-unsur baru ini.
Pierre meninggal pada 1906 karena kecelakaan lalu lintas. Marie, kemudian bersama dua anak perempuannya, meneruskan jabatan suaminya sebagai pengajar fisika di Sorbonne. Sebagian besar masa hidup Marie Curie kemudian dihabiskan untuk mengumpulkan dana untuk mendukung risetnya dan untuk mendirikan institusi yang memadai untuk meneruskan pekerjaannya. Untunglah seorang pengagum Marie Curie dari AS memberinya hadiah satu gram radium, yang berharga 100.000 dolar AS, pada 1921. Sorbonne mendirikan untuknya Laboratorium Curie, yang menunggu perang Dunia I usia pada 1918 agar dapat memulai riset dengan serius. Curie sendiri selama perang bekerja melatih para ahli radiologi. Dia melanjutkan pekerjaannya sepanjang 1920-an di laboratoriumnya. Karena terlalu sering terkena radiasi, kesehatan Curie terganggu dan kemudian akhirnya meninggal karena leukemia.
Sebagai penghormatan, satuan aktivitasi radioaktif unsur-unsur dinamai curie pada 1910. Pada tahun yang sama dia mengizinkan namanya diajukan sebagai kandidat dalam pemilihan anggota Academie des Sciences. Meskipun dia pemenang Hadiah Nobel, namun dia ditolak, dan karena itu dia tak mengijinkan namanya dicalonkan kembali.
Sumber: Ensiklopedi Tokoh Sains.
TOKOH SAINS: CROOKES, WIILLIAM
William Crookes ( 1832-1919 ), ahli kimia dan fisika Inggris, penemu talium, radiometer, tabung Crookes, dan spintariskop.
Lahir di London, Inggris, pada 17 juni 1832, dan meninggal pada 4 april1919. Menjalani pendidikan di Royal College of Chemistry.
Pada 1859 dia mendirikan Berita kimia ( Chemical News ), dan pada 1864 menjadi editor Jumal Sains Kuartalan ( Quarterly Journal of Science ). Crookes dianungerahi gelar kebangsawanan pada 1897 dan menerima Order of Merit pada 1910.
Crookes merancang penelitian di berbagai lapangan. Dia menemukan unsur talium dan mengembangkan proses amalgamasasi sodium untuk memisahkan perak dan emas dari bijih perak dan bijih emas. Unsur talium ditemukannya ketika dia mempelajari senyawa yang mengandung selenium dengan menggunakan analisis spektrum Kirchhoff Bunsen. Tiba-tiba dia melihat garis hijau pada spektrum, garis yang tidak terdapat pada unsur lain. Dia menamai unsur baru itu talium ( dalam bahasa Yunani artinya “ ranting hijau” ).
Dalam bidang kimia terapan, dia menyelidiki masalah pengolahan kotoran, pembuatan gula bit, dan pencelupan tekstil. Meskipun demikian, karya terpentingnya adalah penelitian tentang proses menghasilkan listrik dari dalam gas. Dia membuat tabung Crookes, menghasilkan sinar katoda untuk pertama kalinya. Dia juga menemukan radiometer dan spintariskop-alat detector.
Sumber: Ensiklopedi Tokoh Sains.
TOKOH SAINS: CRICK, FRANCIS
Francis Crick (1916 – 2004), biofisikawan Inggris, pemenang Hadiah Nobel kedokteran pada 1962 –bersama ahli biologi Amerika, James D. Watson dan biofisikawan Inggris, Maurice Wilkins- atas penemuan struktur DNA (asam deoksiribonukleat).
Crick lahir di Northampton, Inggris, pada 1916 dan meninggal pada 2004. Ayahnya pemilik pabrik sandal yang berperan mendorong minat awal Crick dalam percobaan ilmiah. Crick masuk sekolah dasar lokal dan mendapat beasiswa si Sekolah Mill Hill di London Utara pada usia 14. Dia kemudian masuk University College, London belajar Fisika. Lulus pada 1937, Crick sempat mengambil kuliah tingkat doktoral mempelajari sifat-sifat air pada suhu tinggi. Studinya terhenti karena perang dunia II (1939 – 1945), dia pun bekerja sebagai ilmuwan di Angkatan Laut Inggris, membantu merancang ranjau magnetik dan ranjau akustik.
Setelah Perang Dunia II, Crick memutuskan menekuni bidang Biologi. Ada dua bidang utama yang dia perdalam, bidang yang belakangan dia gambarkan sebagai “pembatasan antara hidup dan yang mati”, dan bidang neurobiologi. Dia memutuskan untuk berkonsentrasi pada tujuan awalnya, mempelajari komponen-komponen kimia yang membentuk dasar-dasar makhluk hidup. Oleh karena itu pada 1947 dia kembali belajar biologi di Laboratorium Riset Strangeways di Universitas Cambrige.
Pada 1949 Crick pindah ke Laboratorium Cavendish di Univeritas Cambridge untuk meraih gelar doctor. Bekerja di bawah bimbingan fisikawan Inggris dan penerima Nobel Sir William Bragg, Crick mempelajari struktur protein dengan menggunakan pembelokan sinar-X. pembelokan sinar-X menghasilkan pola sinar-X dari struktur kimia molekul. Dia akhirnya pindah ke salah satu unit di Dewan Riset Kedokteran ( Medical Research Council, MRC ), laboratorium di Universitas Cambridge yang didanai public. Di MRC, Crick bergabung dengan tim yang hebat. Dia bekerja di bawah bimbingan ahli biokimia Inggris kelahiran Austria Max Perutz dan bermitra dengan ahli kimia Inggris John Kendrew, dua calon penerima hadiah nobel. Crick meneliti struktur hemoglobin-protein kaya zat besi yang membawa oksigen di dalam darah. Tak lama kemudian, Crick menjadi semakin tertarik untuk mempelajari struktur DNA.
Pada 1951 Watson bergabung dengan Crick di laboratoriium di MRC. Crick dan Waston sama-sama tertarik untuk mengungkap struktur DNA, dan selama dua tahun berikutnya, mereka menyelidiki hal itu. Ahli biokimia Amerika linus pauling telah lebih dulu berhasil membuat model skala untuk mengidentifikasi struktur protein. Crick dan Watson memutuskan untuk menggunakan pendekatan itu untuk mempelajari DNA. Pada saat itu, Wilkins dan ahli kimia Inggris Rosalind Frinklin di King’s College, London, menggunakan anaslisis pembelokan sinar-X untuk mempelajari molekul DNA. Crick dan Watson menerapkan studi pembelokan yang dibuat oleh Wilkins dan Franklin ini dalam riset mereka.
Setelah beberapa kesalahan, Crick dan Watson menggunakan pola membelokan sinar-X yang digunakan Franklin untuk membuat model struktur DNA tiga dimensi. Model ini menggambarkan DNA sebagai dua untaian komplementer yang memuntir menjadi dobel-heliks (spiral di dalam spiral).
Pada 1953 Crick dan Watson menerbitkan penemuan mereka dalam jurnal sains Nature. Karena karya mereka, saintis dapat memahami dan menggambarkan makhluk hidup untuk pertama kalinya dari sudut struktur dan interaksi molekul. Dianggap sebagai salah satu penemuan struktur DNA memparuhi semua ilmu yang terkait dengan ilmu hayat.
Crick meraih gelar Ph.D. dari Universitas Cambridge pada 1953. Dia kemudian bekerja sama dengan Watson meneliti struktur virus. Tetapi dia akhirnya kembali mempelajari DNA dan penemuan-penemuannya mendorong kemajuan yang cepat dalam bidang genetika. Dia bersama para koleganya memetakan susunan subunit-subunit kimiawi dalam struktur DNA, yang berfungsi sebagai kode untuk menentukan rangkaian asam amino yang membentuk protein. Bersama ahli genetika Inggris kelahiran Afrika Selatan, Sydney Brenner, Crick mengidentifikasi bahwa kodon, kelompok yang terdiri atas three bases, menyiapkan instruksi-instruksi untuk pembuatan kesemua 20 asam amino.
Crick merumuskan dua teori yang sudah teruji. Dalam “hipotesis adaptor”-nya, dia menyatakan bahwa molekul-molekul renik asam ribonukleat (ribonucleic acid, RNA) dan enzim-enzim berfungsi sebagai penghubung antara DNA dan berbagai asam amino selama proses sintesis protein. Mula-mula ditanggapi dengan skeptic oleh masyarakat ilmiah, teori ini terbukti benar dengan adanya penemuan perpindahan RNA dan enzim-enzim adaptor. Crick juga mengemukakan teori bahwa informasi genetic mengalir dari DNA ke RNA ke protein, dan informasi genetic tidak dapat mengalir dengan cara lain, dari protein ke RNA ke DNA. Teori tersebut telah diuji berulang kali sejak Crick mendisuksikannya dalam pertemuan Masyarakat Biologi Eksperimental pada 1957, dan kini teori itu disebut “dogma sental”, suatu prinsip penting dalam bidang biologi molekuler.
Pada 1977 Crick pindah ke Institut Salk untuk Studi-studi Biologi di La Jolla, California, mempelajari minat awalnya dalam bidang neurobiology, mempelajari bagaimana otak dapat berfungsi. Dia juga berusaha menjawab pertanyaan yang terkait dengan asal mula kehidupan di bumi. Tak pernah takut mengumumkan teori kontroversisial, pada 1981 Crick menulis Kehidupan itu Sendiri ( Life Itself ), di mana dia menyatakan bahwa kehidupan di bumi mungkin berasal dari mikroorganisme yang datang dari suatu tempat di alam semesta.
Buku Crick yang lain adalah Molekul dan Manusia ( Molecules and Men, 1966 ) dan Hipotesis-Hipotesis yang Mengherankan ( The Astonishing Hiypothesis, 1994 ). Dia juga menulis lebih dari 130 makalah ilmiah.
Selain Hadiah Nobel, Crick juga memperoleh penghargaan Hadiah Albert Lasker untuk Riset Dasar Medis, Award of merit dari Yayasan Gairdner, dan Prix Charles Leopold Meyer dari Akademi Sains Prancis. Crick adalah anggota Akademi Sains Nasional AS, Royal Society, Akademi Sains Prancis, dan Akadmi Irlandia.
Sumber: Ensiklopedi Tokoh Sains.
TOKOH SAINS: COUSTEAU, JACQUES
Jacques Cousteau (1910-1997), perwira angkatan laut Prancis, penjelajah bawah laut, penulis, dan pembuat film documenter.
Lahir di Saint-Andre-de-Cubzad, dekat Bordeaux, Prancis, pada 11 Juni 1910, dan meninggal pada 1997. Menjalani pendidikan di Sekolah Angkatan Laut di Brest, Cousteau bekerja di Angkatan Laut Prancis sebagai perwira meriam saat memulai penjelajahan bawah laut. Pada 1943 dia dan insinyur Prancis Emile Gagnan menyempurnakan aqualung (paru-paru air)-sebuah silinder udara yang dipadatkan yang dihubungkan melalui katup pengatur-tekanan ke masker muka-yang memungkinkan penyelam masuk ke kedalaman 120 meter dan bertahan dalam air selama enam jam.
Agar dapat menyelam lebih dalam, dia membuat piring selam Denise. Piring selam adalah kapal selam mini berbentuk piring yang dapat mengangkut dua penumpang. Piring selam dapat menyelam hingga kedalaman 300 meter dan bergerak dalam air selama empat jam.
Dia kemudian menggagas perkampungan bawah air yang disebutnya Conshelf (Continental Shelf Station, Statiun Dasar Benua). Dia membangun Conshelf I pada 1962. Setahun kemudian dia membuat Conshelf II yang terdiri atas rumah berbentuk bintang laut, hangar untuk piring selam, garasi untuk skuter selam, kandang ikan, sangkar anthihiu, dan Kabin Laut Dalam. Di dalam Conshelf II inilah lima orang penyelam hidup di dasar Laut Merah dekat Port Sudan selama 1 tahun.
Cousteau membuat beberapa film panjang, film pendek, dan film televise. Di anatarnya Dunia Hening (The Silent World) dan Dunia tanpa Matahari ( The World Without Sun, 1966) yang memenangkan Academy Award sebagai film dokumentar terbaik pada tahun tersebut. Cousteau menulis banyak buku, termasuk serial berjudul Penemuan-penemuan Bawah Laut Jacques-Yves Cousteau (Undersea Discoveries of Jacques-Yves Cousteau).
Sumber: Ensiklopedi Tokoh Sains.
TOKOH SAINS: COURTOIS, BERNARD
Bernard Courtois (1777-1838), ahli kimia Prancis, penemu yodium.
Lahir di Dijon, Prancis, pada 8 February 1777, dan meninggal di Paris pada 27 September 1838. Menjalani pendidikan di Ecole Polytechnique di Paris.
Pada 1792, ketika perang pecah antara Prancis melawan Prusia dan Austria, Courtois bekerja di perusahaan saltpeter atau sendawa -bahan pembuat mesiu- milik ayahnya. Di sanalah dia banyak belajar cara membuat campuran kimia.
Pada usia 22, Courtois diangkat menjadi apoteker di rumah-rumah sakit militer di Paris. Di sini dia membantu Marc Seguin menyelidiki opium. Pada 1802, dia mengisolasi morfin-yang pertama kali diperoleh dalam bentuk murni.
Pada 1807 dia keluar dari rumah sakit militer untuk membantu ayahnya yang masih membuat sendawa. Salah satu bahan pembuat sendawa adalah abu ganggang laut. Courtois membakar ganggang laut dan menghilangkan kandungan belerang di dalamnya dengan cara memanaskan abu dengan asam.
Pada 1811 Courtois menambahkan terlalu banyak asam pada abu sehingga menimbulkan uap ungu yang kemudian mengembun menjadi Kristal berwarna hitam. Ia segera menyelidiki unsure baru ini, namun tidak yakin dengan penemuannya karena dia sadar dia bukanlah ahli kimia caliber internasional. Penemuan ini kemudian dikonfirmasikan dan diumumkan oleh ahli kimia Prancis Charles Desormes dan Nicholas Clement. Sifat unsur ini lebih jauh diselidiki pada 1813 oleh ahli kimia Prancis Joseph Louis Gay-Lussac, yang juga memberinya nama yodium (iodine).
Sumber: Ensiklopedi Tokoh Sains.
TOKOH SAINS: COULOMB, CHARLES DE
Charles Augustin de Coulomb (1736-1806), fisikawan Prancis, perintis teori listrik yang merumuskan Hukum Coulomb.
Lahir di Angouleme, Prancis, pada 14 Juni 1736, meninggal di Paris pada 23 Agustus 1806. Menjalani pendidikan di Institut Teknologi Mezieres, salah satu perguruan tinggi teknologi pertama di dunia.
Setelah menjadi insinyur, dia bekerja sebagai insinyur militer untuk Prancis di Hindia Barat. Tetapi karena kesehatannya yang buruk, dia berhenti dan pindah ke Blois, Prancis, saat Revolusi Prancis berlangsung. Di Blois dia melanjutkan penelitian di bidang kemagnetan, gesekan, dan listrik.
Pada tahun1777, dia menemukan neraca pilin untuk mengukur gaya tarik magnet dan listrik. Dengan penemuan ini, Coulomb dapat merumuskan prinsip-prinsip yang sekarang dikenal sebagai hukum Coulomb, menggambarkan interaksi antara muatan listrik. Pada 1779 Coulomb menerbitkan naskah Theoria des machines simples (Teori tentang Mesin-Mesin Sederhana), analisis gesekan pada mesin-mesin.
Setelah perang Coulomb pension dan menjadi penasihat pemerintahan yang baru dalam bidang system metrik. Satuan muatan listrik dinamai “coulomb” untuk menghormati jasa-jasanya.
Sumber: Ensiklopedi Tokoh Sains.
TOKOH SAINS: COTTRELL, FREDERICK
Frederick Gardner Cottrel (1877-1948), ilmuwan AS, penemu precipitator elektostatik.
Lahir di Oakland, California, AS, pada 10 January 1877, dan meninggal di Berkeley, pada tanggal 16 November 1948. Menjalani pendidikan di Universitas California dan Universitas Berlin, serta meraih gelar doctor di Leipzig.
Dia mulai membuat precipitator elektrostatik pada 1906 dan selesai pada 1910. Alat ini adalah alat pembersih udara yang dapat membersihkan udara dari debu, asap, tepung sari, dan kotoran-kotoran halus lainnya. Alat ini banyak digunakan di rumah, kantor, rumah sakit, dan pabrik.
Dari hasil penjualan precipitator elektrostatik ini Cottrell memperoleh banyak uang, yang sebagian besar digunakannya untuk mendirikan sebuah lembaga riset nirlaba yang membantu riset dasar bagi perguruan tinggi. Dia pernah menjadi direktur Biro Tambang Amerika Serikat, dan pada 1922 menjadi direkur Laboratorium Riset Nitrogen Terikat. Cottrell juga memproduksi helium untuk kapal udara.
Sumber: Ensiklopedi Tokoh Sains.
TOKOH SAINS: COPERNICUS, NICOLAUS
Nicolaus Copernicus (1473-1543), astronom Polandia, dikenal karena teori heliosentris yang menyatakan bahwa matahari adalah pusat alam semesta.
Copernicus lahir pada 19 February 1473, di Thorn (kini Torun). Polandia, dan meninggal di Frauenburg, Prusia Timur (kini Polandia), pada tanggal 24 Mei 1543. Lahir dari keluarga pedagang dan pejabat kotapraja, Copernicus yang diasuh oleh pamannya Uskup Lukasz Watzenrode, masuk ke Akademi Krakow (kini Universitas Jagie3onion) pada 1491, belajar filsafat, astronomi, astrologi, geometri, dan geograf. Kemudian, seperti umumnya orang-orang Polandia dengan kelas sosial seperti dirinya, Copernicus berangkat ke Italia untuk belajar kedokteran dan hukum.
Pada Januari 1497 Copernicus mulai belajar hukum gereja di Universitas Bologna, tinggal di rumah guru besar matematika, Domenico Maria de Novara. Minat Copernicus terhadap geografi dan astronomi benar-benar didorong oleh Domenica Maria, salah seorang pengritik paling awal mengenai ketidakakuratan Geografi karya astronomer abad ke-2 Ptolemaus.
Pada 1500 Copernicus mengajar astronomi di Roma. Setahun kemudian dia belajar kedokteran di Padua. Copernicus tidak menyelesaikan belajar kedokteran, memperoleh gelar doctor hukum gereja dari Ferrara pada 1503 dan kemudian kembali ke Polandia untuk mengemban tugas-tugas administratif gereja.
Dari 1503 hingga 1510, Copernicus tinggal di keuskupan pamannya di Lidzbark Warminski. Di sinilah dia menerbitkan buku pertamanya terjemahan Latin dari karya penulis Byzantium abad ke-7, Theophylactus dari Simocatta. Antar 1507 dan 1515, dia menyelesaikan risalah astronomis, pendek, De Hypothesibus Motuum Coelestium a se Constitutis Commentariolus (dikenal dengan Commentariolus), yang baru diterbitkan pada abad ke-19. Dalam risalah inilah dia mengungkapkan prinsip-prinsip astronomi heliosentrisnya yang baru.
Pindah ke Frauenburg pada 1512, Copernicus mulai menulis karya terpentingnya, De Revolutionibus Orbium Coeletium (Tentang Peredaran Benda-Benda Angkasa), yang selesai pada 1530 tetapi pertama kali diterbitkan di Nurnberg, Jerman, tak lama sebelum Copernicus meninggal pada 1543.
Pada masa Copernicus hidup, teori yang dianut orang tentang alam semesta adalah teori Ptolemaus yang menyatakan bahwa bumi tidak bergerak dan merupakan pusat alam semesta. Di sekeliling bumi beredar benda-benda angkasa dalam posisi berurutan, yaitu bulan, Merkius, Venus, matahari, Mars, Yupiter, dan Saturnus.
Teori Copernicus malah mengemukakan bahwa bumi setiap hari berputar pada porosnya dan beredar mengelilingi matahari setahun sekali. Selanjutnya dia menyebutkan bahwa planet-planet juga beredar mengelilingi matahari. Walaupun pokok-pokok pikiran Copernicus ini cukup radikal mengubah pandangan tentang alam semesta, namun sebenarnya dia masih mempertahankan beberapa pendapat dari sistem yang lama.
Karena teori Copernicus cukup radikal pada masa itu, apalagi hal itu bertentangan dengan kepercayaan gereja yang menganggap bumi sebagai pusat alam semesta, maka teori Copernicus secara umum ditolak. Antara 1543 dan 1600 hanya ada sekitar sepuluh orang yang menganut teori Copernicus, sebagian besar berada di luar universitas. Yang paling terkemuka adalah Galilei dan astronom Jerman Johannes Kepler.
Pada 1588 astronom Denmark Tycho Brahe mengambil posisi “tengah” dan mengemukakan teori bahwa bumi merupakan pusat alam semesta, sementara planet-planet beredar mengelilingi matahari yang sekaligus juga berputar mengelilingi bumi.
Teori Copernicus kemudian secara resmi dilarang oleh pihak gereja, bahkan buku-buku Copernicus pada 1616 masuk dalam indeksenarai buku yang dilarang karena dianggap menyebabkan ide-ide setan. Galileo Galilei bahkan disidangkan pada 1633 dan dipaksa di depan public menanggalkan kepercayaan pada teori Copernicus. Namun demikian beberapa filosof Yesuit secara diam-diam tetap menjadi pengikut Copernicus.
Pada akhir abad ke-17 seiring dengan berkembangnya teori system pergerakan benda-benda langit yang dikemukakan oleh ilmuwan Inggris Sir Isaac Newton, sebagian besar pemikir di Inggris, Prancis, Belanda, dan Denmark merupakan pengikut teori Copernicus. Namun demikian, para pemikir di Negara-negara Eropa lainnya tetap merupakan penentang teori ini paling tidak hingga seabad kemudian.
Sumber: Ensiklopedi Tokoh Sains.
TOKOH SAINS: COMPTON, ARTHUR
Arthur Compton (1892-1962), fisikawan Amerika dan penerima Hadiah Nobel, mempelajari sinar-X dan menemukan efek Compton pada 1922.
Compton lahir di Wooster, Ohio, AS, pada 10 September 1892, dan meninggal di Berkeley, California, pada 15 Maret 1962. Menjalani pendidikan di Wooster College dan Universitas Princeton.
Pada 1932 dia menjadi guru besar fisika di Universitas Chicago. Saat berada di Universitas Chicago, Compton memimpin laboratorium tempat reaksi berantai nuklir pertama dilakukan. Compton juga memainkan peran penting dalam pengembangan bom atom.
Dari 1945 hingga 1953 Compton menjabat rektor Universitas Washington, dan setelah 1954 dia menjadi guru besar filsafat alam di sana. Compton berjasa menemukan efek Compton, yaitu perubahan panjang gelombang pada radiasi elektromagnetik energi-tinggi ketika radiasi itu menghamburkan electron. Penemuan efek Compton membuktikan bahwa radiasi elektromagnetik memiliki sifat-sifat gelombang dan partikel-prinsip penting dalam teori kuantum.
Compton juga menyelidiki pemantulan, pembiasan, dan spectrum sinar-X. Atas jasa-jasanya itu dia menerima Hadiah Nobel fisika pada 1927, bersama fisikawan Inggris Charles Wilson.
Sumber: Ensiklopedi Tokoh Sains.
TOKOH SAINS: COCKCKROFT, JOHN
John Douglas Cockcroft (1897-1967), fisikawan nuklir Inggris, memperoleh Hadiah Nobel fisika pada 1951 (bersama Ernest T.S. Walton) karena menemukan akselerator partikel dan melakukan transformasi nuklir buatan suatu unsur.
Lahir di Todmorden, Yorkshire, Inggris, pada 27 Mei 1987 dan meninggal di Cambridge pada 18 September 1967. Cockcroft menjalani pendidikan di Manchester College of Technology dan Universitas Cambridge, belajar matematika dan teknik listrik.
Lulus dari Cambridge pada 1924, dia bekerja di laboratorium Cavendish di bawah fisikawan Ernest Rutherford, bekerja sama dengan fisikawan Rusia Peter Kapitza untuk merancang dan membuat electromagnet yang kuat. Minat Cockcroft segera beralih ke fisika nuklir dan upaya untuk menemukan partikel atomic dalam suatu medan listrik.
Sepanjang 1920-an satu-satunya partikel yang digunakan untuk membombardir dan menghancurkan inti atom adalah partikel alfa yang dipancarkan oleh unsur-unsur radioaktif alami. Rutherford sudah mengeksploitasi pendekatan ini, dan Cockcroft punya keyakinan bahwa ada kemungkinan untuk menemukan partikel yang energinya tetap tinggi untuk mempercepat proses ini.
Pada 1929 Cockcroft dan kolenganya Ernest T.S. Walton membuat sejenis akselerator parikel yang disebut pengganda voltase (voltage multiplier). Itulah alat yang bisa meningkatkan voltase dan mendorong proton untuk melepaskan energy lebih besar daripada parikel alfa alami. Pada 1932 Cockroft dan Walton membombardir Lithium dengan proton-proton ini dan menghasilkan partikel alfa. Dalam reaksi ini mereka mengkombinasikan lithium dan hydrogen untuk membentuk helium. Inilah reaksi nuklir pertama yang dipantik dengan partikel yang diakseleransi secara buatan.
Pada 1939 Cockcroft diangkat menjadi guru besar di Universiat Cambridge. Selama Perang Dunia II (1939-1945) dia ditunjuk menjadi direktur riset pertahanan udara Inggris dan mengembangkan system pertahanan radar. Dia juga ikut serta dalam pengembangan energy nuklir dan menjadi direktur Dewan Riset Nasional Kanada. Dari 1946 hingga 1951 dia dan menjadi direktur pertama Lembaga Riset Energi Atom Inggris di Harwell, Inggris.
Dia memperoleh gelar bangsawan karena jasa-jasanya pada 1948, dan pada 1951 dia dan Walton menerima Hadiah Nobel fisika. Cockcroft ditunjuk menjadi ketua Churchill College di Cambridge pada 1960 dan menerima hadiah Atom untuk Perdamaian pada 1961.
Sumber: Ensiklopedi Tokoh Sains.