Get Gifs at CodemySpace.com
Selamat datang di blog saya ini. Blog ini berisi seputar Biologi SMP, meliputi materi, soal latihan, dan soal-soal OSN SMP, serta berita-berita seputar kegiatan Olimpiade Sains. Anda juga dapat terhubung dengan beberapa situs yang terkait dengan biologi, dengan cara klik pada links blog saya ini.
The fruit of silence is prayer, The fruit of prayer is faith, The fruit of faith is love, The fruit of love is service, The fruit of service is peace. (Buah kesunyian adalah doa, Buah doa adalah iman, Buah iman adalah cinta, Buah cinta adalah pelayanan, Buah pelayanan adalah damai.) **(Mother-Teresa)**

Senin, 10 Januari 2011

TOKOH SAINS: COUSTEAU, JACQUES

Jacques Cousteau (1910-1997), perwira angkatan laut Prancis, penjelajah bawah laut, penulis, dan pembuat film documenter.

Lahir di Saint-Andre-de-Cubzad, dekat Bordeaux, Prancis, pada 11 Juni 1910, dan meninggal pada 1997. Menjalani pendidikan di Sekolah Angkatan Laut di Brest, Cousteau bekerja di Angkatan Laut Prancis sebagai perwira meriam saat memulai penjelajahan bawah laut. Pada 1943 dia dan insinyur Prancis Emile Gagnan menyempurnakan aqualung (paru-paru air)-sebuah silinder udara yang dipadatkan yang dihubungkan melalui katup pengatur-tekanan ke masker muka-yang memungkinkan penyelam masuk ke kedalaman 120 meter dan bertahan dalam air selama enam jam.

Agar dapat menyelam lebih dalam, dia membuat piring selam Denise. Piring selam adalah kapal selam mini berbentuk piring yang dapat mengangkut dua penumpang. Piring selam dapat menyelam hingga kedalaman 300 meter dan bergerak dalam air selama empat jam.

Dia kemudian menggagas perkampungan bawah air yang disebutnya Conshelf (Continental Shelf Station, Statiun Dasar Benua). Dia membangun Conshelf I pada 1962. Setahun kemudian dia membuat Conshelf II yang terdiri atas rumah berbentuk bintang laut, hangar untuk piring selam, garasi untuk skuter selam, kandang ikan, sangkar anthihiu, dan Kabin Laut Dalam. Di dalam Conshelf II inilah lima orang penyelam hidup di dasar Laut Merah dekat Port Sudan selama 1 tahun.

Cousteau membuat beberapa film panjang, film pendek, dan film televise. Di anatarnya Dunia Hening (The Silent World) dan Dunia tanpa Matahari ( The World Without Sun, 1966) yang memenangkan Academy Award sebagai film dokumentar terbaik pada tahun tersebut. Cousteau menulis banyak buku, termasuk serial berjudul Penemuan-penemuan Bawah Laut Jacques-Yves Cousteau (Undersea Discoveries of Jacques-Yves Cousteau).

Sumber: Ensiklopedi Tokoh Sains.

TOKOH SAINS: COURTOIS, BERNARD

Bernard Courtois (1777-1838), ahli kimia Prancis, penemu yodium.

Lahir di Dijon, Prancis, pada 8 February 1777, dan meninggal di Paris pada 27 September 1838. Menjalani pendidikan di Ecole Polytechnique di Paris.

Pada 1792, ketika perang pecah antara Prancis melawan Prusia dan Austria, Courtois bekerja di perusahaan saltpeter atau sendawa -bahan pembuat mesiu- milik ayahnya. Di sanalah dia banyak belajar cara membuat campuran kimia.

Pada usia 22, Courtois diangkat menjadi apoteker di rumah-rumah sakit militer di Paris. Di sini dia membantu Marc Seguin menyelidiki opium. Pada 1802, dia mengisolasi morfin-yang pertama kali diperoleh dalam bentuk murni.

Pada 1807 dia keluar dari rumah sakit militer untuk membantu ayahnya yang masih membuat sendawa. Salah satu bahan pembuat sendawa adalah abu ganggang laut. Courtois membakar ganggang laut dan menghilangkan kandungan belerang di dalamnya dengan cara memanaskan abu dengan asam.

Pada 1811 Courtois menambahkan terlalu banyak asam pada abu sehingga menimbulkan uap ungu yang kemudian mengembun menjadi Kristal berwarna hitam. Ia segera menyelidiki unsure baru ini, namun tidak yakin dengan penemuannya karena dia sadar dia bukanlah ahli kimia caliber internasional. Penemuan ini kemudian dikonfirmasikan dan diumumkan oleh ahli kimia Prancis Charles Desormes dan Nicholas Clement. Sifat unsur ini lebih jauh diselidiki pada 1813 oleh ahli kimia Prancis Joseph Louis Gay-Lussac, yang juga memberinya nama yodium (iodine).

Sumber: Ensiklopedi Tokoh Sains.

TOKOH SAINS: COULOMB, CHARLES DE

Charles Augustin de Coulomb (1736-1806), fisikawan Prancis, perintis teori listrik yang merumuskan Hukum Coulomb.

Lahir di Angouleme, Prancis, pada 14 Juni 1736, meninggal di Paris pada 23 Agustus 1806. Menjalani pendidikan di Institut Teknologi Mezieres, salah satu perguruan tinggi teknologi pertama di dunia.

Setelah menjadi insinyur, dia bekerja sebagai insinyur militer untuk Prancis di Hindia Barat. Tetapi karena kesehatannya yang buruk, dia berhenti dan pindah ke Blois, Prancis, saat Revolusi Prancis berlangsung. Di Blois dia melanjutkan penelitian di bidang kemagnetan, gesekan, dan listrik.

Pada tahun1777, dia menemukan neraca pilin untuk mengukur gaya tarik magnet dan listrik. Dengan penemuan ini, Coulomb dapat merumuskan prinsip-prinsip yang sekarang dikenal sebagai hukum Coulomb, menggambarkan interaksi antara muatan listrik. Pada 1779 Coulomb menerbitkan naskah Theoria des machines simples (Teori tentang Mesin-Mesin Sederhana), analisis gesekan pada mesin-mesin.

Setelah perang Coulomb pension dan menjadi penasihat pemerintahan yang baru dalam bidang system metrik. Satuan muatan listrik dinamai “coulomb” untuk menghormati jasa-jasanya.

Sumber: Ensiklopedi Tokoh Sains.

TOKOH SAINS: COTTRELL, FREDERICK

Frederick Gardner Cottrel (1877-1948), ilmuwan AS, penemu precipitator elektostatik.

Lahir di Oakland, California, AS, pada 10 January 1877, dan meninggal di Berkeley, pada tanggal 16 November 1948. Menjalani pendidikan di Universitas California dan Universitas Berlin, serta meraih gelar doctor di Leipzig.

Dia mulai membuat precipitator elektrostatik pada 1906 dan selesai pada 1910. Alat ini adalah alat pembersih udara yang dapat membersihkan udara dari debu, asap, tepung sari, dan kotoran-kotoran halus lainnya. Alat ini banyak digunakan di rumah, kantor, rumah sakit, dan pabrik.

Dari hasil penjualan precipitator elektrostatik ini Cottrell memperoleh banyak uang, yang sebagian besar digunakannya untuk mendirikan sebuah lembaga riset nirlaba yang membantu riset dasar bagi perguruan tinggi. Dia pernah menjadi direktur Biro Tambang Amerika Serikat, dan pada 1922 menjadi direkur Laboratorium Riset Nitrogen Terikat. Cottrell juga memproduksi helium untuk kapal udara.

Sumber: Ensiklopedi Tokoh Sains.

TOKOH SAINS: COPERNICUS, NICOLAUS

Nicolaus Copernicus (1473-1543), astronom Polandia, dikenal karena teori heliosentris yang menyatakan bahwa matahari adalah pusat alam semesta.

Copernicus lahir pada 19 February 1473, di Thorn (kini Torun). Polandia, dan meninggal di Frauenburg, Prusia Timur (kini Polandia), pada tanggal 24 Mei 1543. Lahir dari keluarga pedagang dan pejabat kotapraja, Copernicus yang diasuh oleh pamannya Uskup Lukasz Watzenrode, masuk ke Akademi Krakow (kini Universitas Jagie3onion) pada 1491, belajar filsafat, astronomi, astrologi, geometri, dan geograf. Kemudian, seperti umumnya orang-orang Polandia dengan kelas sosial seperti dirinya, Copernicus berangkat ke Italia untuk belajar kedokteran dan hukum.

Pada Januari 1497 Copernicus mulai belajar hukum gereja di Universitas Bologna, tinggal di rumah guru besar matematika, Domenico Maria de Novara. Minat Copernicus terhadap geografi dan astronomi benar-benar didorong oleh Domenica Maria, salah seorang pengritik paling awal mengenai ketidakakuratan Geografi karya astronomer abad ke-2 Ptolemaus.

Pada 1500 Copernicus mengajar astronomi di Roma. Setahun kemudian dia belajar kedokteran di Padua. Copernicus tidak menyelesaikan belajar kedokteran, memperoleh gelar doctor hukum gereja dari Ferrara pada 1503 dan kemudian kembali ke Polandia untuk mengemban tugas-tugas administratif gereja.

Dari 1503 hingga 1510, Copernicus tinggal di keuskupan pamannya di Lidzbark Warminski. Di sinilah dia menerbitkan buku pertamanya terjemahan Latin dari karya penulis Byzantium abad ke-7, Theophylactus dari Simocatta. Antar 1507 dan 1515, dia menyelesaikan risalah astronomis, pendek, De Hypothesibus Motuum Coelestium a se Constitutis Commentariolus (dikenal dengan Commentariolus), yang baru diterbitkan pada abad ke-19. Dalam risalah inilah dia mengungkapkan prinsip-prinsip astronomi heliosentrisnya yang baru.

Pindah ke Frauenburg pada 1512, Copernicus mulai menulis karya terpentingnya, De Revolutionibus Orbium Coeletium (Tentang Peredaran Benda-Benda Angkasa), yang selesai pada 1530 tetapi pertama kali diterbitkan di Nurnberg, Jerman, tak lama sebelum Copernicus meninggal pada 1543.

Pada masa Copernicus hidup, teori yang dianut orang tentang alam semesta adalah teori Ptolemaus yang menyatakan bahwa bumi tidak bergerak dan merupakan pusat alam semesta. Di sekeliling bumi beredar benda-benda angkasa dalam posisi berurutan, yaitu bulan, Merkius, Venus, matahari, Mars, Yupiter, dan Saturnus.

Teori Copernicus malah mengemukakan bahwa bumi setiap hari berputar pada porosnya dan beredar mengelilingi matahari setahun sekali. Selanjutnya dia menyebutkan bahwa planet-planet juga beredar mengelilingi matahari. Walaupun pokok-pokok pikiran Copernicus ini cukup radikal mengubah pandangan tentang alam semesta, namun sebenarnya dia masih mempertahankan beberapa pendapat dari sistem yang lama.

Karena teori Copernicus cukup radikal pada masa itu, apalagi hal itu bertentangan dengan kepercayaan gereja yang menganggap bumi sebagai pusat alam semesta, maka teori Copernicus secara umum ditolak. Antara 1543 dan 1600 hanya ada sekitar sepuluh orang yang menganut teori Copernicus, sebagian besar berada di luar universitas. Yang paling terkemuka adalah Galilei dan astronom Jerman Johannes Kepler.

Pada 1588 astronom Denmark Tycho Brahe mengambil posisi “tengah” dan mengemukakan teori bahwa bumi merupakan pusat alam semesta, sementara planet-planet beredar mengelilingi matahari yang sekaligus juga berputar mengelilingi bumi.

Teori Copernicus kemudian secara resmi dilarang oleh pihak gereja, bahkan buku-buku Copernicus pada 1616 masuk dalam indeksenarai buku yang dilarang karena dianggap menyebabkan ide-ide setan. Galileo Galilei bahkan disidangkan pada 1633 dan dipaksa di depan public menanggalkan kepercayaan pada teori Copernicus. Namun demikian beberapa filosof Yesuit secara diam-diam tetap menjadi pengikut Copernicus.

Pada akhir abad ke-17 seiring dengan berkembangnya teori system pergerakan benda-benda langit yang dikemukakan oleh ilmuwan Inggris Sir Isaac Newton, sebagian besar pemikir di Inggris, Prancis, Belanda, dan Denmark merupakan pengikut teori Copernicus. Namun demikian, para pemikir di Negara-negara Eropa lainnya tetap merupakan penentang teori ini paling tidak hingga seabad kemudian.

Sumber: Ensiklopedi Tokoh Sains.

TOKOH SAINS: COMPTON, ARTHUR

Arthur Compton (1892-1962), fisikawan Amerika dan penerima Hadiah Nobel, mempelajari sinar-X dan menemukan efek Compton pada 1922.

Compton lahir di Wooster, Ohio, AS, pada 10 September 1892, dan meninggal di Berkeley, California, pada 15 Maret 1962. Menjalani pendidikan di Wooster College dan Universitas Princeton.

Pada 1932 dia menjadi guru besar fisika di Universitas Chicago. Saat berada di Universitas Chicago, Compton memimpin laboratorium tempat reaksi berantai nuklir pertama dilakukan. Compton juga memainkan peran penting dalam pengembangan bom atom.

Dari 1945 hingga 1953 Compton menjabat rektor Universitas Washington, dan setelah 1954 dia menjadi guru besar filsafat alam di sana. Compton berjasa menemukan efek Compton, yaitu perubahan panjang gelombang pada radiasi elektromagnetik energi-tinggi ketika radiasi itu menghamburkan electron. Penemuan efek Compton membuktikan bahwa radiasi elektromagnetik memiliki sifat-sifat gelombang dan partikel-prinsip penting dalam teori kuantum.

Compton juga menyelidiki pemantulan, pembiasan, dan spectrum sinar-X. Atas jasa-jasanya itu dia menerima Hadiah Nobel fisika pada 1927, bersama fisikawan Inggris Charles Wilson.

Sumber: Ensiklopedi Tokoh Sains.

TOKOH SAINS: COCKCKROFT, JOHN

John Douglas Cockcroft (1897-1967), fisikawan nuklir Inggris, memperoleh Hadiah Nobel fisika pada 1951 (bersama Ernest T.S. Walton) karena menemukan akselerator partikel dan melakukan transformasi nuklir buatan suatu unsur.

Lahir di Todmorden, Yorkshire, Inggris, pada 27 Mei 1987 dan meninggal di Cambridge pada 18 September 1967. Cockcroft menjalani pendidikan di Manchester College of Technology dan Universitas Cambridge, belajar matematika dan teknik listrik.

Lulus dari Cambridge pada 1924, dia bekerja di laboratorium Cavendish di bawah fisikawan Ernest Rutherford, bekerja sama dengan fisikawan Rusia Peter Kapitza untuk merancang dan membuat electromagnet yang kuat. Minat Cockcroft segera beralih ke fisika nuklir dan upaya untuk menemukan partikel atomic dalam suatu medan listrik.

Sepanjang 1920-an satu-satunya partikel yang digunakan untuk membombardir dan menghancurkan inti atom adalah partikel alfa yang dipancarkan oleh unsur-unsur radioaktif alami. Rutherford sudah mengeksploitasi pendekatan ini, dan Cockcroft punya keyakinan bahwa ada kemungkinan untuk menemukan partikel yang energinya tetap tinggi untuk mempercepat proses ini.

Pada 1929 Cockcroft dan kolenganya Ernest T.S. Walton membuat sejenis akselerator parikel yang disebut pengganda voltase (voltage multiplier). Itulah alat yang bisa meningkatkan voltase dan mendorong proton untuk melepaskan energy lebih besar daripada parikel alfa alami. Pada 1932 Cockroft dan Walton membombardir Lithium dengan proton-proton ini dan menghasilkan partikel alfa. Dalam reaksi ini mereka mengkombinasikan lithium dan hydrogen untuk membentuk helium. Inilah reaksi nuklir pertama yang dipantik dengan partikel yang diakseleransi secara buatan.

Pada 1939 Cockcroft diangkat menjadi guru besar di Universiat Cambridge. Selama Perang Dunia II (1939-1945) dia ditunjuk menjadi direktur riset pertahanan udara Inggris dan mengembangkan system pertahanan radar. Dia juga ikut serta dalam pengembangan energy nuklir dan menjadi direktur Dewan Riset Nasional Kanada. Dari 1946 hingga 1951 dia dan menjadi direktur pertama Lembaga Riset Energi Atom Inggris di Harwell, Inggris.

Dia memperoleh gelar bangsawan karena jasa-jasanya pada 1948, dan pada 1951 dia dan Walton menerima Hadiah Nobel fisika. Cockcroft ditunjuk menjadi ketua Churchill College di Cambridge pada 1960 dan menerima hadiah Atom untuk Perdamaian pada 1961.

Sumber: Ensiklopedi Tokoh Sains.

TOKOH SAINS: CLAUSIUS, RUDOLF

Rudolf Julius Emmanuel Clausius (1822-1888), fisikawan matematika Jerman, salah seorang bapak ilmu termodinamika.

Dia lahir di Köslin, Prusia (kini Koszalin, Polandia) pada 2 Januari 1922, dan meninggal di Bonn pada 24 Agustus 1888. Menjalani pendidikan di Universitas Berlin dan Universitas Halle. Dari 1855 sampai meninggal dia bertutu-turut menjadi guru besar di Institut Politeknik di Zurich, Universitas Wurzburg, dan Universitas Bonn.

Clausius adalah orang pertama yang merumuskan pada 1850 apa yang disebut hukum termodinamika II: “Panas tidak dapat berpindah dengan sendirinya dari benda yang lebih dingin ke benda yang lebih panas.” Termodinamika adalah cabang fisika yang mempelajari energy dan semua bentuk perubahannya terutama mengenai hubungan panas dan usaha. Dia merupakan salah seorang ilmuwan yang pertama kali menerapkan hukum-hukum termodinamika, khususnya konsep entropi, ke teori mesin uap.

Dia juga berperan penting dalam pengembangan teori kinetic gas. Teori elektrolisisnya -teori penguraian zat cair dengan aliran listrik- sebagian mendahului teori ahli kimia Swedia Svante Arrhenius.

Sumber: Ensiklopedi Tokoh Sains.

TOKOH SAINS: CHARDONNET, HILARIE

Comte de Chardonnet (1839-1924), penemu proses pembuatan sutra buatan asal Prancis.

Terlahir Louis Marie Hilaire Bernigaud de Chardonnet di Besançon, Doubs, Prancis, pada 1 Mei 1839, dan meninggal di Paris pada 12 Maret 1924. Dididik sendiri oleh ayahnya pada masa kanak-kanak, Chardonnet kemudian masuk sekolah sains di Besancon. Minatnya dalam bidang sains dipupuk oleh seorang guru besar, ipar dari ahli kimia dan biologi terkemuka Prancis, Louis Pasteur. Setelah belajar teknik di Ecole Polytechnique di Paris, Chardonnet menyelesaikan karya tingkat sarjananya dalam bidang kimia bersamaan saatnya dengan Pasteur yang sedang meneliti penyakit ulat sutra.

Chardonnet kemudian selama bertahun-tahun mempelajari kehidupan dan perilaku ulat sutra, juga mempelajari bahan-bahan kimia pembentuk daun dan kulit pohon murbei. Chardonnet kemudian mencoba meniru proses pembuatan benang yang dilakukan oleh ulat sutra. Dia mendirikan laboratorium di desa kecil Gergy, dan memulai risetnya pada 1879.

Pada 12 Mei 1884, dia mengirimkan surat tertutup ke Akademi Sains mengumumkan penemuan proses pembuatan sutra buatan. Di bawah perlindungan lembaga ini, dia mulai memproduksi penemuannya itu dalam skala komersial di Besancon.

Keberhasilan metode Chardonnet menyebabkan timbulnya persaingan, tetapi dia menganggap hal ini sebagai pendorong untuk terus memperbaiki proses pembuatan serat buatan dengan bersemangat sampai saat kematiannya. Serat buatan itu mulai diperdagangkan pada 1891, dan baru pada 1924 serta itu disebut rayon, yang berarti “serat yang bercahaya”.

Chardonnet memperoleh Medali Kehormatan Perkin dari Masyarakat Industri Kimia pada 1914, dan pada 1919 Chardonnet diangkat menjadi angoota pertama dari seksi industry yang baru dibentuk di Akademi Sains Prancis.

Sumber: Ensiklopedi Tokoh Sains.

TOKOH SAINS: CHAMBERLAIN, OWEN

Owen Chamberlain (1920-), fisikawan Amerika, menerima Hadiah Nobel fisika 1959 bersama fisikawan Amerika kelahiran Italia, Emilo Gino Segre, karena penemuan antiproton.

Lahir di San Francisco, California, AS, pada 10 Juli 1920. Chamberlain menyelesaikan pendidikan sarjana mudanya di Dartmouth College, memperoleh gelar B.S. dalam bidang fisika pada 1941. Dari 1942 hingga 1946 dia menjadi present di Proyek Manhattan-proyek pembuatan bom atom pada masa Perang Dunia II. Dia juga ikut berperan dalam uji coba Bom atom pertama di Alamogordo, Meksiko Utara.

Dari 1947 hingga 1949 dia bekerja di Laboratorium Nasional Argonne dekat Chicago, IIIinois, dan meraih gelar Ph.D. bidang fisika di Universitas Chicago pada 1949. Dia kemudian masuk ke Universitas California di Barkeley, menjadi guru besar fisika pada 1958, jabatan yang dipegang sampai pensiun pada 1989.

Karya Chamberlain dalam bidang fisika nuklir dimulai dengan penelitian saksama tentang partikel subatomic- partikel pembentuk atom. Saat terlibat dalam proyek bom atom dia meneliti partikel alfa, pembelokan netron dan reaksi nuklir energy-tinggi.

Pada 1928 fisikawan Inggris Paul Dirac mengemukakan teori bahwa didalam atom terdapat antipartikel. Teori ini tidak dapat dibuktikan kaerna belum ditemukan alat yang memadai untuk mengujinya. Barulah setelah ditemukan mesin yang dapat memprcepat proton, disebut bevaltorn, terbuka kemungkinan menguji teori Dirac. Dengan menggunakan bevatron, Chamberlain bersama Emilio Segre menemukan antiproton, pada 1955. Kemudian Chamberlain juga memastikan tentang keberadaan antinetron.

Sumber: Ensiklopedi Tokoh Sains.

free counters